Menjadi 100% Leader yang Menciptakan Hundred Percenters

Oleh: Rinella Putri

Sebagai pemimpin, sering kali kita melihat bahwa karyawan tidak memberikan kontribusi yang maksimal, alias 100%. Tentunya Anda ingin supaya karyawan lebih dari itu, melampaui batasnya sendiri, memberikan 100%. Namun, sebelum itu, Anda harus memahami terlebih dahulu, bagaimana menjadi pemimpin yang dapat menciptakan Hundred Percenters, mereka yang memberikan 100%.

Seperti dikutip dari bukunya “Hundred Percenters, Challenge Your Employees to Give It Their All and They’ll Give You Even More”, setelah melakukan studi terhadap lebih dari 125,000 pemimpin, baik analisa gaya, keputusan, tindakan maupun hasil yang dicapainya, Mark Murphy, Chairman dan CEO Leadership IQ menemukan bahwa terdapat dua faktor utama yang membedakan pemimpin dengan pemimpin rata-rata lainnya, yakni Challenge dan Connection.

Challenge merupakan seberapa jauh seorang pemimpin dapat mendorong anak buahnya. Seberapa sulit suatu tugas? Seberapa jauh pemimpin bisa membuat orang berbuat maksimal? Dan apakah orang mau untuk mengembangkan skill yang sebelumnya belum mereka miliki?

Connection adalah seberapa jauh kekuatan hubungan emosional antara seorang pemimpin dengan orang-orangnya. Apakah karyawan bisa sharing dengan terbuka dengan pemimpin? Apakah mereka bisa saling memberi feedback yang konstruktif? Lalu apakah karyawan percaya bahwa pemimpin benar-benar peduli terhadap kesuksesan mereka?

Kedua dimensi tersebut adalah keputusan terpenting yang harus diambil oleh pemimpin: bagaimana pemimpin mau mendorong anak buahnya melampaui batas dan bagaimana hubungan emosional yang ingin dibangun dengan anak buahnya. Keduanya akan menentukan jenis tipe pemimpin seperti apa Anda.

Setelah menganalisa bagaimana sikap pemimpin dalam dua faktor tersebut, maka baru bisa ditentukan masuk kategori mana dari empat jenis tipe pemimpin.

Lalu masuk dalam kategori pemimpin mana Anda? Cek di bawah ini.

Tipe I: Avoider
Pemimpin tipe ini tidak memberikan tantangan pada anak buahnya, dan tidak juga membangun hubungan emosional dengan mereka. Atasan ini tidak terlalu memberikan tugas yang banyak, dan juga tidak mengharuskan anak buah untuk mempelajari skill-skill baru.

Tipe II: Intimidator
Pemimpin tipe ini mendorong anak buahnya untuk melampaui batasannya sendiri, punya tuntutan dan target yang tinggi, namun tidak membangun hubungan emosional dengan mereka. Pemimpin sering memberikan tugas yang tidak mungkin, bahkan hingga anak buah merasa tidak punya skill untuk menyelesaikan tugas tersebut. Lalu pemimpin sering memberikan feedback yang cukup keras dan mengritik. Hal satu-satunya yang menjadi prioritas utama atasan dengan tipe ini adalah mencapai tujuannya, tanpa peduli siapa yang masih mau bersamanya nanti.

Tipe III: Appeaser
Pemimpin dengan tipe Appeaser punya hubungan yang baik dengan anak buahnya, namun tidak terlalu memberikan tantangan kepada mereka. Anak buah memperoleh tugas yang menyenangkan, juga dibolehkan untuk menghabiskan pada pekerjaan yang paling mereka bisa. Pemimpin memberikan banyak feedback positif kepada anak buah, dan sangat peduli mengenai bagaimana membuat anak buah senang dan betah.

Tipe IV: 100% Leader
Terakhir, pemimpin dengan tipe terakhir yang merupakan pemimpin sejati alias 100% Leader adalah mereka yang selagi memberikan tantangan-tantangan hebat kepada anak buahnya, juga dapat menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Atasan memberikan pekerjaan-pekerjaan yang sulit bahkan terlihat tidak mungkin, dan mengharuskan anak buah supaya mempelajari skill baru yang bukan merupakan area kekuatan mereka.

Berdasarkan penilaian 360º terhadap 17,000 pemimpin, ditemukan bahwa sebagian besar dari top 10% performer, baik dari segi anggaran, turnover maupun inovasi, merupakan pemimpin dengan tipe 100% Leader.

Jadi, kesimpulannya jika seorang pemimpin memberikan tuntutan tinggi kepada anak buah, tanpa benar-benar peduli terhadap mereka, maka pemimpin ini tidak akan sukses. Sebaliknya, jika seorang pemimpin punya hubungan yang baik dengan anak buahnya, namun tidak bisa mendorong mereka menjadi maksimal atau Hundred Percenters, maka mereka juga akan sulit untuk sukses. Sementara itu, hanya seorang pemimpin yang merupakan 100% Leader yang bisa benar-benar sukses, yakni mereka yang punya kepedulian terhadap anak buahnya sekaligus bisa memberikan tantangan untuk melampaui batas kemampuan mereka.

Tipe pemimpin yang mana Anda? Idealnya, tentu setiap pemimpin ingin menjadi seorang 100%, meskipun banyak yang masih belum bisa mencapai tingkat demikian. Lalu bagaimana seorang pemimpin bisa menjadi 100% Leader? Jawabannya lengkap di buku “Hundred Percenters” ini.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menjadi 100% Leader yang diberikan oleh buku ini secara garis besar:

1. menetapkan tujuan yang HARD, yakni Heartfelt, Animated, Required dan Difficult. Tujuan yang cukup memberikan tantangan dan punya target tinggi, memberikan inspirasi yang hebat, dan cukup sulit sehingga membutuhkan kerja keras untuk mencapainya.

2. memberikan feedback yang konstruktif, bukan hanya sekedar kritik negative semata. Tanpa feedback yang konstruktif, maka pemimpin tidak bisa memberikan inspirasi mengenai kinerja seperti apa yang mereka inginkan.

3. Memberikan feedback konstruktif sangat penting untuk meningkatkan kinerja anak buah. Namun, memberikan positive reinforcement atau penghargaan/pengakuan juga penting, ketika si anak buah ini memberikan kontribusi 100%. Ini akan memberikan motivasi yang lebih dan mendorong karyawan untuk terus memberikan usahanya yang maksimal.

4. Sebelum melakukan tindakan-tindakan yang memotivasi, sebelumnya hentikan sikap-sikap yang mengakibatkan karyawan demotivasi dan kemudian pergi,

5. Berhati-hati terhadap Talented Terrors, yakni orang yang punya skill hebat, 100%, namun attitude luar biasa buruk, 0%. Orang seperti ini bisa memberikan dampak buruk kepada orang-orang lain dalam organisasi. Pelajari cara agar orang seperti ini mau menghentikan perilaku buruknya, dan lebih focus untuk menggunakan skillnya dan mencapai potensi maksimal.

Dalam buku ini, Anda akan mempelajari lebih dalam lagi bagaimana menjadi seorang 100% Leader. Pemimpin yang mengimplementasikan langkah-langkah diatas, tidak diragukan lagi tentu bisa menjadi pemimpin yang memberikan tantangan hebat kepada anak buahnya, sekaligus menjalin hubungan dengan baik. Jika sudah demikian, tentunya kesuksesan sudah di depan mata.


http://vibizmanagement.com/journal.php?id=214&sub=journal&awal=10&page=strategic
RP/RP/Sumber: Hundred Percenters, Challenge Your Employees to Give It Their All and They’ll Give You Even More

Categories: Personalia | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: