Proses Perencanaan Keuangan

Tahukan Anda bahwa proses melakukan perencanaan keuangan itu identik dengan Anda melakukan perencanaan perjalanan wisata? Jika Anda merencanakan perjalanan wisata ke suatu tempat yang Anda inginkan, langkah pertama Anda adalah menganalisa kondisi Anda sendiri termasuk dimana lokasi Anda berada, kemudian baru Anda tentukan tujuan wisata Anda. langkah berikutnya pemilihan rute perjalanan untuk mencapai tujuan Anda misalnya Anda ingin rute tercepat, atau rute terpendek, ataupun rute dengan melewati pemandangan yang indah atau melalui rute yang menantang. Pilihan Anda akan tergantung toleransi dan selera Anda.

Jika ditengah jalan Anda berubah pikiran, Anda pun dapat saja merubah arah dan rute untuk mencapai tujuan Anda. langkah-langkah tersebut merupakan waktu proses untuk mencapai tujuan wisata Anda yang dapat dikatakan identik dengan proses melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan.

Proses Perencanaan Keuangan yang dapat Anda lakukan terdiri dari 5 langkah yaitu:

  1. Evaluasi keadaan keuangan
  2. Tentukan tujuan
  3. Rencanakan dengan realistis dan sistematis
  4. Penerapan rencana keuangan
  5. Monitor dan revisi
  6. Evaluasi Keadaan Keuangan

Tujuan keuangan yang Anda rencanakan akan tergantung dengan keadaan keuangan yang Anda miliki. Sebaiknya Anda evaluasi keadaan keuangan Anda dengan menyusun “Neraca Pribadi” dan “laporan Laba Rugi” Anda. “Neraca Pribadi” akan menunjukkan kekayaan yang Anda miliki yaitu aset dan hutang Anda. Sedangkan “Laporan laba Rugi” akan menunjukkan pendapatan dan pengeluaran Anda, dimana kelebihannya merupakan hasil yang dapat Anda tabung, ataupun Anda investasikan untuk meningkatkan kekayaan Anda.
B. Tentukan Tujuan

Setelah Anda melihat kondisi keuangan Anda tahap selanjutnya adalah Anda tentukan tujuan yang ingin Anda dicapai, misalnya tujuan membeli rumah, membeli apartemen, berlibur, membiayai pendidikan anak ataupun mempersiapkan pensiun Anda.

Dalam menentukan tujuan Anda, acuan berikut ini dapat Anda ikuti :

  1. Bedakan tujuan jangka panjang dan jangka pendek Anda.

Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang ingin Anda capai dalam kurun waktu 12 bulan, sedangkan tujuan jangka panjang adalah tujuan yang ingin Anda capai lebih dari satu tahun. Untuk tujuan jangka pendek sebaiknya pemilihan instrumen investasi yang tidak memiliki resiko harga sehingga nilai pokok selalu terjaga. Oleh karenanya investor harus berhati-hati dalam pemilihan produk keuangan untuk pencapaian tujuan jangka pendek. Untuk tujuan jangka panjang sebaiknya pemilihan instrumen investasi yang memiliki pertumbuhan melebihi inflasi sehingga pertumbuhan lebih optimal.

  1. Realistis

Tujuan yang telah dicanangkan harus realistis dan dapat dicapai dalam jangka waktu sesuai target waktu yang ditetapkan.

  1. Tujuan Jelas dan Spesifik

Menetapkan tujuan seperti “dapat hidup dengan nyaman” bukan merupakan tujuan yang jelas. Contoh tujuan yang spesifik seperti “hidup dengan nyaman dengan memiliki fasilitas kartu kredit gold, memiliki 2 buah mobil, kondominium, dan country club dengan fasilitas golf”

  1. Tentukan target waktu pencapaian

Dengan menentukan waktu yang jelas, Anda akan merasakan sense of urgency untuk mencapai tujuan¬tujuan Anda. Jika tidak ada target waktu yang jelas, kebanyakan orang akan cenderung menunda¬-nundanya sehingga akibatnya Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan mencapai target yang telah ditetapkan.

  1. Lakukan prioritas tujuan

Mempunyai banyak tujuan tanpa prioritas akan membingungkan Anda, sebaiknya Anda melakukan prioritas tujuan dengan cara mengidentifikasi mana saja tujuan yang paling utama dan harus segera dicapai.

C. Rencanakan Dengan Realistis dan Sistematis

Rencanakan keuangan Anda dengan realistis dan terperinci sehingga langkah yang Anda ambil adalah nyata untuk mencapai tujuan Anda.

D. Penerapan Rencana Keuangan

Ketika Anda telah membangun rencana keuangan Anda, penerapannya harus dilakukan. Tantangannya adalah Anda harus disiplin sesuai dengan kerangka waktu yang teiah ditetapkan. Cara mempertahankan disiplin adalah dengan memantau setiap kemajuan yang dicapai dari waktu ke waktu.

E. Monitor dan Revisi

Sangat penting untuk memonitor kemajuan yang telah Anda capai dalam proses perencanaan keuangan. Jika Anda masih jauh dari target yang Anda tetapkan, segera lakukan koreksi untuk memastikan bahwa tujuan Anda masih dapat dicapai dalam target waktu Anda. Atau koreksi tujuan Anda jika ternyata kondisi keuangan Anda berubah sehingga tujuan keuangan Anda menjadi tidak realistis

Categories: Keuangan | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: