Performance Management

Berbagai pengukuran keberhasilan seorang pegawai atau pemimpin dalam suatu perusahaan diukur dengan bebagai cara. Salah stunya adalah yang akan kita bahas berikut ini yaitu performance management.

Definisi

Manajemen prestasi adalah aktivitas mengatur dan mengukur prestasi kerja yang dicapai dibandingkan dengan target yang ditetapkan serta mengidentifikasi peluang-peluang untuk meningkatkan prestasi, dengan tidak hanya berpatokan kepada prestasi yang lama. Fokus dari pada management prestasi adalah masa depan – maksudnya adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan yang dapat dikerjakan, serta bagaimana supaya dapat dikerjakan dengan lebih baik. Managing prestasi adalah bagaimana mengatur hasil / prestasi seperti yang diharapkan.

Manajemen yang diatur berdasarkan prestasi kerja diberbagai level di organisasi harus menunjukkan bahwa:

– Anda tahu apa yang akan dikejar

– Anda tahu apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan

– Anda tahu bagaimana mengukur kemajuan yang dihasilkan

– Anda dapat mendeteksi permasalahan mengenai performance dan penyelesaiannya.

Mengapa Penting?

Di dalam pemerintahan abad modern ini telah dibentuk suatu tujuan yang lebih menantang terhadap prestasi kerja suatu organisasi, dari pelayanan dengan kualitas terbaik yang memenuhi kebutuhan customer dan pemilik modal, melakukan sesuatu yang melebihi kendala keterbatasan sumber daya, melalui improvement yang terus menerus sebagaimana organisasi beroperasi.

Manajemen prestasi menyokong operasi dan proses di dalam kerangka perubahan program strategi . Sepertinya latihan-latihan dan target, dimana keduanya flexible dan reaktif untuk berubah, dibutuhkan untuk mencapai peningkatan prestasi.

Prestasi yang efektif di dalam organisasi tergantung dari kontribusi dari masing-masing aktivitas di semua level – dari kebijakan pengembangan top manajemen sampai dengan jalannya proses operasi secara efisien. Di dalam merespon tekanan dan peluang untuk meningkatkan prestasi organisasi, anda perlu mengerti bagaimana mendefinisikan dan mengukur prestasi sebagai bagian dari strategi yang relevan, yang pasti berhasil dan biaya pengoperasiannya efektif.

Kunci Keberhasilan

  • Fokus terhadap outcome yang sesuai dengan yang diharapkan, bisa melebihi ekspektasi tujuan bisnis.
  • Mengatur prestasi dengan mengalirkannya dari atas ke bawah dan membangun dari bawah ke atas.
  • Menentukan dan menggunakan pengukuran-pengukuran yang menimbulkan over time (lembur)
  • Menggunakan pengukuran-pengukuran untuk jangka dan pendek, dan memilih pengukuran yang memiliki dampak dan efek.
  • Menggunakan pengukuran-pengukuran secara paralel yang efektif dan efisien
  • Menghubungkan penghargaan individual dan remunerasi dengan pendapatan sesuai dengan pencapaian.

Pengaturan Hasil Kerja

Pengaturan hasil memerlukan suatu organisasi yang fokus terhadap keluaran (output) yang diperoleh dari proses dari aktivitas yang dilakukan dalam berbagai level. Keluaran (hasil) ini akan mengkontribusikan suatu pendapatan yang diinginkan oleh oleh organisasi dan pemerintahan secara keseluruhan.

Tingkatan Manajemen Prestasi

Prestasi efektif dari suatu organisasi tergantung dari besarnya kontribusi dari masing-masing level, mulai dari perkembangan kebijakan top manajemen melalui proses operasi yang berjalan secara efisien.

Ada 3 atau 4 tingkat dari Manajemen prestasi dalam kerangka model berikut ini:

  1. Prioritas Organisasi: manajemen prestasi tingkat tertinggi dihubungkan dalam bisnis strateginya suatu perusahaan jangka panjang. Ukurannya level ini adalah pada impact, utilisasi dan service improvement.
  2. Tingkat Strategis: pada level ini manajemen sangat memperhatikan “sesuatu yang dari luar (outside) sama baiknya dengan perspektif yang berasal dari dalam. Ukurannya adalah pendapatan yang dihasilkan, seperti volume, nilai service yang diperoleh, kepuasan staff dan user.
  3. Tingkat Program: Dalam tingkatan ini fokus terhadap hasil yang diharapkan dari perubahan suatu program., untuk menunjukkan apa yang sudah diselesaikan. Ukurannya yang digunakan adalah yang terdapat di dalam kasus-kasus bisnis individu. Manajemen manfaat akan dapat membantu untuk menentukannya jika tercapai
  4. Tingkat Operasional: Pada tingkatan ini fokus terhadap service delivery dan output, menggunakan pendekatan service level agreement yang konvensional dan aspek pengukuran yang berhubungan misalnya volume dan kualitas.

Sekalipun pengukuran-pengukuran dan indikator yang digunakan berbeda di setiap tingkatan, tetapi mereka harus bersifat:

  • Mengarahkan (directional) – untuk memastikan bahwa anda pada jalur yang benar untuk mencapai tujuan
  • Kuantitatif – untuk menunjukkan apa yang sudah dicapai dan berapa banyak lagi yang harus diselesaikan.
  • Bernilai (worthwhile) – menambahkan nilai lebih terhadap bisnis daripada mengeluarkan biaya pada saat digunakan.

Memiliki Nilai Uang

Nilai uang ini harus bisa menutupi 3 ukuran:

  • Ekonomi – meminimasi biaya sumber daya yang digunakan untuk aktivitas yang dilakukan
  • Efisiensi – hubungan antara output, produk yang barang-barang, pelayananatau hasil yang lain dan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan produk
  • Efektifitas – perluasan dari obyektif yang sudah dicapai, dan hubungan antara akibat yang diharapkan dan yang diperoleh (aktual) dari aktivitas yang dilakukan.

Ukuran Dan Matrik

Kriteria evaluasi untuk melakukan pengukuran dan matrik adalah:

  • Apakah telah mengukur sesuatu yang benar?
  • Apakah telah memiliki metoda pengukuran yang benar?
  • Apakah pengukuran-pengukuran dilakukan dengan cara yang benar?
  • Apakah di dalam menentukan kualitas prestasi dengan menggunakan SMART test? (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Timely)?

Prosedur dan metoda pengukuran yang digunakan dalam manajemen prestasi tergantung dari berbagai faktor juga seperti apa bisnis proses yang diukur. Bisnis proses diasumsikan dibentuk dari beberapa aktivitas yang akan mengubah input menjadi output dan memberikan kontribusi yang real dalam bentuk outcome (pendapatan). Customer yang terkait di dalam proses bisa saja external atau internal.

Proses-Proses

Prosedur-prosedur yang telah ada harus di review untuk dilihat keefektifannya yaitu:

  • Penyusunan target prestasi
  • Disain ukuran-ukuran prestasi sesuai dengan target
  • Pengukuran pendapatan secata sistematis dan akurat
  • Assesment terhadap layanan pihak luar
  • Pengambilan keputusan

Sabtu, 23 Mei 2009 12.20 WIB

(Vibizmanagement – Strategic)

Palimirma/ET/vbm(berbagai sumber)

Categories: Personalia | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: